• |  
           

Studi Banding ke Dakta Radio Bekasi

Posted March 28, 2016
Category Berita


Bekasi (24/3) - Sebanyak 20 kru 107.7 DQ FM yang terdiri dari delapan kru inti (penyiar dan manajemen) serta dua belas anggota Ekskul Radio (santri putri) Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia berangkat melintasi Kota Jakarta menuju Bekasi untuk melakukan studi banding, kali ini tujuannya adalah Dakta Radio. Studi banding ini merupakan tindak lanjut dari beberapa pertemuan dengan kru inti DQ FM yang menginginkan adanya pelatihan atau studi banding untuk meningkatkan kapasitas keilmuan seputar radio dan pengelolaannya kepada stasiun radio yang telah berpengalaman. Dari beberapa stasiun radio yang diajukan terpilihlah Dakta radio.

Kami sampai di Stasiun Radio Dakta pada pukul 09.30 pagi lancar tanpa kendala, disambut hangat produser Dakta Radio mbak Syifa Faradila dan Muhammad Fauzi. Setelah pembukaan dan perkenalan, kami pun diajak berkeliling melihat dan mencoba fasilitas, studio, ruang produksi, sampai ke menara radio. Kami pun tercerahkan dan tak menyiakan kesempatan bertanya.



Pertemuan dengan Direktur Dakta Radio
Alhamdulillah, niat belajar para kru DQ FM disambut antusias pula oleh rekan-rekan di Dakta radio. Bahkan direktur utama Dakta Radio Bapak Andi Kosala, turun langsung menyambut. Beliau bercerita tentang sejarah Dakta Radio dan memberikan nasehat kepada para krew DQ FM. "Dakta didirikan untuk menjadi media yang dapat mewadahi islam, Cita-cita awal kami 24 tahun lalu ingin menjadikan Dakta seperti CNN (Kantor berita-red) tapi basisnya radio". begitu ungkap bapak direktur. Cita-cita besar dan mulia para pendiri Dakta memang tidak mudah, namun konsistensi Dakta menjadi pelajaran berharga buat kami. Tepat 24 tahun telah dilalui stasiun Radio Dakta, zaman berganti, tren masyarakat berubah namun Dakta tetap mengudara.


Bagi kami, kesempatan studi banding ini merupakan pengalaman dan pelajaran berharga, bapak Dhanny Wahab menajer Dakta Radio yang berkesempatan memberikan wajengan untuk kami mengingatkan agar sukses dalam mengelola radio diperlukan konsistensi. Itu merupakan ruh utama sebuah radio. Mbak Syifa juga mengingatkan untuk menjadi penyiar yang baik harus berani bicara, dan jangan lupa senam suara sebelum siaran. Studi banding kami pun diakhiri dengan senam suara dipimpin oleh Mbak Syifa.

Terimakasih Dakta Radio, sukses dan jaya selalu.

Comments

There are no comments

Posting comments after three months has been disabled.