VISI Kami :  Terwujudnya peserta didik yang sholeh, beriman kokoh, beribadah benar, berakhlak mulia, berbadan sehat, berpengetahuan luas, mandiri, dan cinta Al-Qur’an

Darul Quran Mulia Kedatangan Ulama Internasional dan Duta Besar Indonesia Untuk Qatar


Kunjungan Ulama Internasional

Bogor (6/2/2018) - Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia kehadiran tamu besar pada Senin kemarin (5/2/2018). Seorang Ulama Internasional asal Qatar, Syeikh Dr. Kholid Hasan Hindawi dan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Qatar Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi, S.IP., MBA menyempatkan hadir bersilaturahim untuk mengetahui perkembangan Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia.

Dalam kunjungan yang berlangsung siang hari itu, hadir bersama keduanya Marwan Abdullah perwakilan Organisasi Sosial Pemerintah Turki beserta jajaran staf Syekh Dr. Khalid dan Bapak Muhammad Basri Sidehabi di kediaman rumah Ketua Yayasan Darul Quran Mulia, KH. Abdul Hasib Hasan, Lc.

Selanjutnya rombongan tamu menuju ke tempat penyambutan utama di Gedung Serba Guna Pesantren putra. Ratusan santri beserta Asatidz dan ustadzah turut serta dalam penyambutan rombongan tamu yang diiringi tabuhan ekskul marawis santri putra.

KH. Abdul Hasib Hasan atau yang biasa dipanggil dengan Ustadz Hasib dalam sambutannya di atas panggung mengucapkan, “Selamat datang rombongan Dr. Khalid dan Dubes Indonesia untuk Qatar Bapak Muhammad Basri Sidehabi, perwakilan NGO Turki Marwan Abdullah beserta masing-masing staf dan jajarannya”.

Lanjut dalam sambutannya Ustadz Hasib mengungkapkan rasa rindunya kepada Dr. Khalid yang 4 tahun lamanya belum pernah berjumpa kembali serta harapan atas kunjungan Bapak Muhammad Basri ke DQM. “Betapa bahagianya kita merindukan pertemuan yang sudah sangat lama ini. Alhamdulillah akhirnya Allah hadirkan Dr. Khalid kembali disini. Kita harapkan Dr. Khalid akan memberikan arahan-arahan kepada para Asatidz, santri maupun perkembangan Pesantren kedepan. Begitupun juga dengan kedatangan Bapak Muhammad Basri bisa memberikan arahan-arahan serupa kepada santri, guru-guru maupun Pesantren kami”, ujar Ustadz Hasib.

“Saya ingin menyampaikan bahwa tugas saya disana ada empat. Pertama, bertugas sebagai dubes Negara mewakili pemerintah Indonesia. Kedua, atas nama dubes melakukan kerjasama ekonomi diantara Qatar dan Indonesia. Ketiga, Charity disini bisa bicara emosional persaudaaraan. Saya banyak berhubungan dalam rangka membangun Islam di seluruh dunia. Ada dua hal yang saya bawa untuk sisa kehidupan setelah pensiun dari tentara, adalah bagaimana NKRI bagaimana umat Islam untuk kemaslahatan di masa mendatang. Keempat, membantu saudara-saudara kita yang bekerja disana karena berdasarkan Undang-undang wajib pemerintah melindungi kegiatan dan orang-orang disana”.

Kata Bapak Muhammad Basri yang sudah menjadi dubes di Qatar selama 2 tahun itu, dirinya berharap kehadirannya di DQM bisa memberikan berkah untuk Pesantren. “Anak-anak sekalian. Kalau Allah berkehendak pasti terjadi. Karenanya anak-anak semua mari kita berdoa. Saya sesuai kapastitas tentunya ada empat tugas dan salah satunya membantu pesantren. Mudah-mudahan kedatangan saya akan membawa berkah di masa mendatang, khususnya Pesantren Darul Quran Mulia yang dipimpin oleh Ustadz Hasib”, pungkasnya.

Syekh Dr. Khalid dalam sambutannya berbahasa Arab mengucapkan rasa syukurnya atas perkembangan DQM yang begitu pesat serta apresiasi kepada dubes Qatar untuk Indonesia atas perhatiannyanya bagi umat Islam.

“Alhamdulillah mahad ini berkembang baik. Tentunya berkat semua pihak, ustadz dan  ustadzah atas kerja keras dan keikhlasannya sehingga Pesantren ini menjadi besar. Juga penghargaan yang besar kepada dubes Qatar, Bapak Muhammad Basri yang turut hadir serta perhatiannya atas umat islam. Dulu lokasi ini tidak layak didatangi. Daerah rawa-rawa dan persawahan. tapi setelah kesini hati saya cenderung untuk memutuskan membangun Pesantren disini. Walau dimulai sederhana dengan santri yang baru beberapa orang saja tapi santrinya terus tumbuh”, terang Dr. Khalid dalam terjemahan Bahasa Indonesia oleh Ustadz Hasib.

Selanjutnya beliau menyampaikan beberapa point arahan untuk para guru-guru, santri dan Pesantren agar bisa semakin berkembang. “Pertama, saya berharap mahad ini bisa terus berkembang dari sisi akhlaknya, ibadahnya, dan pemikirannya. Segala prkembangan itu tidak lepas dari hal-hal yang diawali dengan kerja keras dan ikhlas. Barang siapa yg memulainya dgn kerja keras, dgn banting tulang peras keringat maka akhirnya dia dapat kesudahan yang bagus. Kedua, disamping kerja keras adalah bersabar dan berilmu. Kita tetap dalam perbuatan yang kita geluti dalam ungkapan dikatakan “barang siapa yang tetap bersabar maka ia akan terus tumbuh”. Karenanya teruslah mencari ilmu, kerja keras, dan bersabar sehingga kita bisa mencapai kesuksesan itu, Ujar Dr. Khalid.

Selesai memberikan sambutan dan taujihat kepada para hadirin di Pesantren Putre, Dr. Khalid beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Pesantren Putri. Bertempat di Masjid Raudhatul Jannah 2, dalam kesempatannya itu beliau juga berpesan kepada yang hadir untuk berjuang menegakan kebenaran.

“Saya meminta kepada setiap orang yang hadir disini agar berjanji di dalam hatinya untuk menjadi dai yang aktif berdakwah dan memperjuangkan kebaikan dan kebenaran serta bertanggung jawab terhadap seluruh umat Islam di dunia. Selain itu, DQ 2 merupakan pengembangan dari DQ disini semoga sukses berkembang dan mampu menampung lebih banyak lagi. Tentunya ini tidak akan berkembang tanpa 2 hal, yakni kerja keras dan keikhlasan. Harapannya nanti melalui kerja keras kita bisa semakin membesarkan Pesantren ini”.

Selanjutnya kunjungan Dr. Khalid dan Dubes Indonesia diakhiri dengan penunjauan pembangunan DQ 2 yang jaraknya sekitar 200 meter dari Pesantren Putri.

Hubungan Eksternal DQM

[SEMANGAT MENGINPIRASI]

FOTO GALERI DQM TERBARU