VISI Kami :  Terwujudnya peserta didik yang sholeh, beriman kokoh, beribadah benar, berakhlak mulia, berbadan sehat, berpengetahuan luas, mandiri, dan cinta Al-Qur’an

Berkat Tangan Dingin Seorang Ilmuwan, 4 Alumni SMPIT DQ Lulus Seleksi Beasiswa SMA Internasional Imam Hatip di Turki


Bogor (5/9/2017) – Berbagai torehan prestasi yang diraih Santri Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia (DQM) baik di bidang akademik, al-quran, maupun lainnya, sudah barang tentu akan menjadi nilai tambah apabila bisa dikelola dengan baik.

Dan nampaknya hal itu ditangkap oleh Dr. rer. nat. Catur Sriherwanto, Peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang juga Pengajar Bidang Sains SMAIT DQ untuk mengarahkan segala potensi dan mengakomodir keinginan para santri yang ingin meningkatkan keilmuan dan pengalamannya di luar negeri selepas lulus sekolah.

Hasilnya, lewat proses seleksi beasiswa studi International Imam Hatip High School (SMA Internasional Imam Hatip) sejak bulan Maret-Juni 2017 yang lalu, Sebanyak 4 Santri SMPIT DQ dinyatakan lulus seleksi beasiswa studi SMA Internasional Imam Hatip yang tersebar di berbagai Kota di Turki, berikut diantaranya :

1. Ammar Abdurrauf, Putra dari Pasangan Catur Sriherwanto & Veranita Rizal.

Domisili : Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia Putri, Kabupaten Bogor

Jumlah Hafalan Quran : 15 Juz

Nama Sekolah : Uluslararası Mevlana Anadolu İmam Hatip Lisesi, Konya

2. Syifa Nurazizah, Putri dari Pasangan Muhammad Bahrul Ulum & Rosalina

Domisili : Kabupaten Tangerang, Banten

Jumlah Hafalan Quran: 20 juz

Nama Sekolah : Ankara Milli Irade Kiz Anadolu Imam Hatip Lisesi, Ankara

3. Ammar Ubadah Bin Adnan, Putra dari pasangan Cholila Achmad Juri & Adnan Entengo

Domisili: Gorontalo

Jumlah Hafalan Quranc: 15 Juz

Nama Sekolah : Uluslararası Murat Hudavendigar Anadolu Imam Hatip Lisesi, Bursa

4. Jaisy Muhammad Faiz, Putra dari Pasangan Abdul Muhyi & Asmah

Domisili : Serang, Banten

Jumlah Hafalan Quran : 30 Juz

Nama Sekolah : Fatih Sultan Mehmet Uluslararası Anadolu İmam Hatip Lisesi, Istanbul

Keberhasilan tersebut, tidak lepas berkat tangan dingin Dr. rer. nat. Catur Sriherwanto. Sosok Peneliti BPPT Bidang Bioteknologi yang pernah memperoleh beasiswa pendidikan sarjana hingga doktor di tiga negara berbeda yakni Inggris, Australia, dan Jerman. Baginya hidup adalah “Bermanfaat Untuk Orang Lain”. Karenanya, berkat perhatian dan pengalamannya itulah menjadikan empat alumni SMPIT DQ mampu terbang tinggi melebarkan sayapnya bersama SMA Internasional Imam Hatip di Turki.

Sosok Peneliti yang keseharian di DQM biasa dipanggil dengan Ustadz Catur itu menyampaikan perihal seleksi beasiswa SMA Internasional Imam Hatip, “5 tahun terakhir dua alumni SMPIT DQ berhasil masuk Imam Hatip melalui pendaftaran mandiri. Tahun ini, untuk pertama kali diadakan pembimbingan pendaftaran online secara kolektif, Alhamdulillah empat santri DQ lulus seleksi. Ini penting mengingat tidak mudah daftar online, karena sistem ini disatukan dengan sistem pendaftaran beasiswa jenjang S1, S2, S3, Postdoc maupun training lainnya yang ditawarkan Pemerintah Turki”.

Lanjutnya, Kata Peneliti yang juga Wali Santri dari Ammar Abdurrauf yang turut lulus seleksi beasiswa studi SMA Internasional Imam Hatip ini menjelaskan mekanisme pendaftaran secara online hingga tes tahap akhir.

“Segala pendaftaran dan berkas yang diupload mesti dalam bahasa inggris, seperti Kartu Pelajar dua bahasa, dokumen seperti CV, transkrip nilai raport semester 1-5, discan dan diupload. Kemudian surat rekomendasi dari kepala sekolah, walikelas, guru tahfidz, maupun guru-guru pembina ekstrakurikuler. Karenanya saya bantu menerjemahkan surat-surat rekomendasi itu ke dalam bahasa inggris sebagus mungkin. Ini akan memudahkan lolos ke tahap berikutnya. Kita juga adakan pelatihan hadapi tes wawancara”, terangnya saat wawancara melalui telephone pada Kamis kemarin, (31/8)

Disamping itu, Ustadz CatImam hatip Iklanur yang kesehariannya aktif sebagai penulis, penerjemah naskah film Sains dan Islam, editor serta reviewer Jurnal Ilmiah Bioteknologi dan Biosains Indonesia ini berpesan kepada para santri DQM yang berminat melanjutkan studinya di SMA Internasional Imam Hatip agar mempersiapkan diri dengan persiapan yang matang.

“Bagi yang berminat, siapkan dari sekarang berbagai prestasi terbaik, berbagai piagam perlombaan, utamanya kemandirian ; mandiri dalam belajar, mengelola waktu, mengurus diri sendiri, adanya rasa percaya diri yang tinggi, serta mempunyai ambisi dan cita-cita luhur. Sebab, beasiswa ini bukan sekedar kebahagiaan pribadi. Di pundak kalian nama baik DQM dan Negara Indonesia dipertaruhkan di mata internasional. Dari indonesia sudah ada yang di dipulangkan karena tidak memenuhi nilai minimal. Semoga tidak terulang oleh alumni DQ. Bola ada di tangan kalian, torehkan prestasi terbaik yang dibutuhkan untuk mewujudkan cita-cita kalian itu.”, ujar Usadz Catur Pembimbing Program Beasiswa SMA Internasional Imam Hatip yang kini berusia 42 tahun itu.

Seleksi beasiswa studi SMA Internasional Imam Hatip merupakan seleksi pemberian beasiswa yang rutin setiap tahunnya diberikan oleh Turkish Diyanet Foundation bekerja sama dengan Pemerintah Turki guna mencukupi kebutuhan pendidikan agama untuk pelajar Muslim di luar negeri sekaligus menjadi jembatan penghubung budaya diantara muslim Turki dan muslim negara lainnya.

Jumlah pelajar muslim yang memperoleh beasiswa ini di seluruh dunia memang tidak disebutkan, namun diperkirakan setiap tahunnya sekitar 500 pelajar muslim dari 50 negara muslim diterima, dan diantaranya 10 pelajar mewakili Indonesia. Sejumlah fasilitas akan diberikan pemerintah Turki kepada penerima beasiswa meliputi asrama gratis, makan dan uang saku per bulannya. Adapun tahapan proses seleksi dari pendaftaran online dan upload berkas berbahasa bahasa Inggris, tes potensi akademik, psikologi interview, tes baca dan hafalan quran, tes pengetahuan umum agama islam serta wawasan keturkian langsung di Kedutaan Besar Turki di Jakarta.

Tidak ketinggalan pula ungkapan terima kasih beliau kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pendidikan bagi para santri dan turut kooperatif dalam membantu proses administratif program beasiswa Imam Hatip: “Atas nama Guru sekaligus walisantri, saya ucapkan terimakasih kepada Yayasan DQM, SMPIT, wabil khusus Kepala sekolah, wakabid, guru beserta jajaran stafnya yang berperan nyata dalam pendidikan anak-anak kami, serta dukungannya yang sangat kooperatif terkait segala dokumen yang dibutuhkan selama proses pendaftaran dan pasca diterima beasiswa hingga jelang keberangkatan ke turki. Kami haturkan Jazaaakumullaahu khairan katsiiraa”, tutup Ustadz Catur Mengakhiri wawancara.

Hubungan Eksternal DQM

[SEMANGAT MENGINSPIRASI]

FOTO GALERI DQM TERBARU